Home » Posts filed under Contoh Makalah Kewirausahaan
Makalah Manajemen Pendidikan merupakan makalah yang membahas ruang lingkup dari pendidikan, Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi.
Latar Belakang Makalah Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan di sekolah dipandang sebagai suatu sistem "dimana komponen-komponen system itu saling ketergantungan sehingga berhubungan dan saling menentukan keberhasilan suatu sistem, kegagalan suatu sekolah diakibatkan oleh gangguan sub sistem itu. Kepala sekolah yang menjalankan kepemimpinannya harus mampu mengatasi kegagalan/hambatan sub sistem agar tercapai kesempurnaan sistem itu.
Hal ini didukung oleh pakar pendidikan Prof. Dr. Oteng Sutisna, M,Sc. Guru besar FKIP dalam bukunya “Berpikir System” terbitan 1984, hal. 76. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara maju sangat cepat, sangat cepat pula merupabah pola pikir masyarakat, hal ini mengakibatkan program pendidikan dan pengajaran lebih ketinggalan bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan agar tidak statis dalam menambah wawasan dari berpikir dinamis untuk menghasilkan tamatan yang berkualitas.
Pengaruh kepemimpinan bisa diartikan, dampak akibat kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam hal ini Kepala sekolah. Bila dalam menentukan keputusan dan kebijaksanaan salah maka akan terjadi dampak-dampak negatif yang berakibat kegagalan dalam mencapai tujuan. Bisanya muncul
- Konflik antar personil
- Semangat kerja menurun
- Disiplin kerja rendah
- Tidak merasa memiliki dan merasa tanggung jawab bersama
- Tidak muncul keteladanan
- Fungsi-fungsi manajemen tidak diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.
- Iklim kerja tidak menyenangkan
- Persoalan dan permasalahan tertutup
2. Rumusan Masalah
Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put), oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.
Tantangan lembaga pendidikan (sekolah) adalah mengejar ketinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan global, terutama dari Sekolah Menengah Kejuruan dimana tamatan telah memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai tenaga professional tingkat menengah hal ini sesuai dengan tuntunan Kurikulum SMK 2004.
Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejar ketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerja yang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasi Tunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti: Perencanaan Pengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untuk mengukurkeberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.
3. Tujuan Pembahasan Masalah
- Kemampuan berpikir sistem artinya memahami bahwa suatu kesatuan yang utuh didukung oleh komponen-komponen (bagian-bagian) yang satu sama lain saling ketergantungan apabila komponen-komponen itu tidak berjalan maka tidak akan terbentuk suatu kesatuan yang utuh dalam hal ini bisa diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Agar proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah merupakan suatu kesatuan yang utuh maka program akan berjalan dengan lancar dan tujuan akan tercapai.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan tantangan. Kepemimpinan suatu lembaga pendidikan merupakan wawasan yang perlu dipahami agar pengaruh pimpinan sekolah diarahkan kepada peningkatan semua tenaga kependidikan (guru tata usaha) berpikir dinamismenuju pencapaian/prestasi siswa sebagai objek pendidikan.
- Pengaruh pimpinan dalam melaksanakan tugasnya harus berorientasi kepada terciptanya:
- Keterbukaan
- Iklim kerja yang menyenangkan
- Perasaan personil diakui dan dihargai atas prestasi kerjanya
- Saling menunjukan keteladanan
- Disiplin kerja yang optimal
- Penerapan manajemen sekolah yang sempurna
BAB II
LANDASAN TEORI
Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi. Beberapa tahun terakhir orangbanyak beranggapan bahwa strategi, struktur, dan sistem adaah fokus dan faktor yang menjadi pendorong kusuksesan organisasi. Namun menurut Ouchi (1983) dan Key (1999) menyatakan bahwa kesuksesan organisasi justru terletak pada budaya organisasi yang meliputi nilai, tradisi, norma, yang direkat oleh kepercayaan, keakraban dan tanggung jawab yang menentukan kesuksesan organisasi.
Sedangkan menurut Basri (2004) menyatakan bahwa budaya organisasi dapat dijadikan sebagai kekuatan organisasi apabila budaya organisasi tersebut dikelola dengan baik. Untuk dapat mengelola budaya organisasi diperlukan pimpinan yang transformatif, memahami filosofi organisasi, mampu merumuskan visi, misi organisasi, dan menerapkannya melalui proses perencanaan organisasi. Dalam tulisan ini akan diulas secara ringkas manajemen pendidikan dilihat dari perspektif nilai dan budaya organisasi, walaupun banyak hal yang bisa dilihat dari sudut padang berbeda. Pendekatan nilai dan budaya organisasi ini cenderung lebih mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Demikian komleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang.
Menurut Jacques (1952) yang dikutip Hasri (2004), budaya organisasi didefinisikan sebagai berikut:“the culture of the factory is its customary and traditional way of thinking and doing of things, which shared to a greater or lesser degree by all its member, and which new members must learn, and at least partially accept, in order to be accepted into service in the firm” Sedangkan menurut Manan (1989) ada tujuh karakteristik budaya dasar yang bersifat universal yaitu:
- Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif
- Kebudayaan itu ditanamkan
- Kebudayaan itu bersifat gagasan (idetional0, kebiasaan-kebiasaan kelompok yang dikonsepsikan atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku
- Kebudayaan itu sampai pada suatu tingkat meuaskan individu, memuaskan kebutuhan biologis dan kebutuhan ikutan liannya
- Kebudayaan itu bersifat integratif. Selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan
- Kebudayaan itu dapat menyesuaikan diri.Schein (1985) memberi definisi bahwa budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang telah ditemukan suatu kelompok, ditentukan, dan dikembangkan melalui proses belajar untuk menghadapi persoalan penyesuaian (adaptasi) kelompok eksternal dan integrasi kelompok internal.
Pendapat lain tentang budaya organisasi menyatakan bahwa budaya organisasi mengacu pada suatu sistem pemaknaan bersama yang dianut oleh anggota organisasi dalam bentuk nilai, tradisi, keyakinan (belief), norma, dan cara berpikir unik yang membedakan organisasi itu dari organisasi lainnya (Ouchi, 1981).Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Terbentunya sikap saling percaya bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan akan memberikan daya rekat (social glue), tetapi ada beberapa karyawan yang tidak bisa mengemban amanah kepercayaan tersebut. Beberapa datang tidak tepat waktu, karena mereka beranggapan bahwa pimpinan mereka kurang layak menjadi pemimpin (tidak dapat memimpin jalannya sidang/rapat). Keakraban Disamping kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada karyawan, keakraban sesama karyawan juga merupakan hal yang menonjol dalam lembaga pendidikan. Fakta membuktikan bahwa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh seorang karyawan akan dibantu karyawan lain yang mempunyai kelonggaran waktu. Kejujuran dan Tanggung Jawab lembaga pendidikan yang berkyualitas menekankan perlunya kejujuran dan tangggung jawab. Tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya terlihat dari kebersihan lingkungan, piket, ruangan kelas, dan ruangan perpustakaan.
1. Pengertian Kinerja
Kinerja (performance) atau prestasi kerja atas pencapaian kerja adalah suatu kemampuan yang diukur berdasarkan pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugasnya (Notomirjo, 1992, 23).
2. Pengertian Personil Sekolah
Personil sekolah adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. (Drs. NA Ametembun Administrasi Personil, 1983, 19).
3. Fungsi Sekolah
Sekolah adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan proses pembelaaran antara guru dan murid sehingga timbul interaksi alammenambah pengetahuan, keterampilan dan sikap.
4. Upaya Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah
Usaha yang paling menentuka dalam meningkatkan kinerja personil sekolah terletak pada kepemimpinan sekolah, pemimpin harus mampu memberikan pengaruh agar semua bawahan guru-guru dan staff tata usaha agar berpartisipasi aktif secara maksimal dalam pencapaian tujuan secara
Pengaruh pemimpin agar para personil berpartisipasi secara maksimal antara lain:
- Kesejahteraan baik lahir maupun batin memperoleh perhatian yang serius dari pimpinan.
- Pemecahan permasalahan dilandasi oleh sikap keterbukaan
- Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja personil diperhatikan oleh pimpinan.
- Penerapan manajemen sekolah didasari atas kemampuan, kesanggupan dan kemauan personil.
- Pemimpin bertindak sebagai motivator
- Pemimpin bertindak sebagai dinamisator
- Menciptakan kerja sama yang harmonis
- Menghindari konflik antara personil
- Arif, bijaksana bila mengambil keputusan bagi setiap personil tanpa membeda-bedakan individual.
- Hilangkan sikap suka dan tidak suka terhadap personil sekolah
- Menciptakan rasa persaudaraan (sense of belonging).
Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 adalah menjadi tonggak kebangkitan kaum muda untuk berikar tentang satu Indonesia. Dimana pemaknaan tersebut makin kabur, seakan-akan proyek nasoinalisme telah terkubur hari ini. Cita-cita Indonesia antara masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang hendak ditakar dengan takaran yang sama. Janji-janji meningkatkan kesejahteraan rakyat hannya sebatas wancana-wancana yang tak kunjung implementasinya. Sepertinya Indonesia selesai setelah terlepas dari belenggu penjajahan dan berdaulat secara politik. Salah besar jika pemikiran kolektif ini terus terpelihara.
Keindonesaiaan adalah proyek yang terus bergerak, Indonesia harus mempunyai pandangan logika kepentingan masa yang berbeda. Musuh yang amat nyata saat ini kemiskian, ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi. Inilah wajah Indonesia yang telah membuat tinding tebal sampai hari ini. Apakah ada cara untuk membongkar dinding tebal itu? Satu-satunya jalan adalah Pemimpin yang mempunyai jiwa pemberani Revolusioner.
Opini-opni fakta, dimana kaum tua gagal dalam meneguhkan cita-cita keindonesiaan yang moderen. Warisan kultur Orde baru masih sangat kental mempengaruhi cara kepemimpinan politik kaum tua, bahkan ide reformasi dan demokratisasi pun gagal yang ditafsirkan kedalam bentuk kebijakan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil. Pemilu gagal melahirkan pemimpin yang revolusioner seperti Hugo Chves yang berani menentang intervensi Amerika dalam politik dan ekonomi di Venezuela. Idealnya Tokoh-tokoh seperti ini yang harus di tampilakan dalam pemilu 2009 nanti.
Selama ini pemilu hanya di dominasi oleh kaum tua dan wajah-wajah lama warisan Orde Baru, alhasil tidak menjadi obat yang mujarab bagi Indonesia hari ini. Maka wancana kepemimpinan kaum muda menjadi alternative pemimpin 2009 nanti, kemudian di hadirkan sebagi upaya mengembalikan proyek-proyek keindonesiaan yang gagal dipimpin oleh kaum tua. Cita-cita berbangsa dan bernegara hendak diarahkan kembali pada konsep mulianya, seperti yang dipertegas dalam pembukaan UUD 45, menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, melindunggi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaiyan abadi dan keadilan sosilal. Pembukaan UUD 1945 merupakan puncak dari proyek keindonesiaan, untuk menciptakannya diperlukan pemimpin yang yang berorientasi pada properubahan.
Pada perayaan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007 lalu, melahirkan iklar bersama: saatnya kaum muda memimpin tokoh-tokoh muda seperti Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Yudi Latif, Ray Rangkuti, Efendi Ghazali dan tokoh-tokoh kaum muda lainnya (lihat Tempo Sabtu,3/11) dengan lantang meneriakan kebangkitan kaum muda dan masyarakat luas merindukan hadirnya pemimpin muda. Jelas bawha pendeklarasian ikrar oleh kaum muda dipicu kekecewaan yang mendalam yang melihat pemerintahan yang selama ini dipimpin oleh kaum tua yang tidak bervisi, dan penuh dengan atmosfer kepentingan. Sebelum kita beranjak lebih jauh kepemimpinan kaum muda dalam politik praktis, muncul satu pertanyaan yang mendasar apakah kepemimpinan kaum muda nantinya bisa meramu suatu solusi untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskian, ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi yang menjadi potret kelam wajah negeri ini?
Berbicara tentang kombinasi yang seharusnya harmonis, idealnya semangat kaum muda di kombinasikan dengan pengalaman kaum tua sehingga tecipta sutu dialong-dialong yang bersiat emansipatoris antara kaum muda dan kaum yang berpengalaman, sehingga nantinya tercipata sutu dilalektika yang menuju Indonesia baru. Namun hal ini tidak mudah, pendapat-pendapat fakta, komunikasi kedua kaum ini tidak sejalan, karena arogansi kaum tua, mereka mengklaim kaum tua yang lebih berpengalaman, sedangan kaum muda penuh dengan keidialisannya. Meski terkesan klise dialog adalah jawabannya.
Krisis kepercayaan intelektual kepemimpnan kaum tua telah membawa peluang kaum muda untuk melangkah pada pemilu 2009 nanti, namu muncul pesimisme munkinkah pemilu 2009 melahirkan seorang pemimpin muda politik untuk menjadi Presiden. Tantangan-tantangan yang menghalagi tampilnya tokoh-tokoh muda alternative adalah minimnya partai-partai yang mendukung ide kepemimpinan kaum muda, ini merupakan pokok permasalahan yang krusial. Jaringan-jaringan yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda adalah lebih didominasi oleh aktivis-aktivis yang independent yang tidak brfaliasi dengan partai-partai politik. Permasalahan ini muncul dikarenakan kurangnya respon oleh tokoh-okoh partai politik terhadap kepemimpinan kaum muda, sehingga kepemimpinan kaum muda agak sulit diperjuangkan.
Dalam system politik yang dihegomonikan partai, memang terasa sulit bagi prodemokrasi untuk melakukan revolusi pemerintahan, karena tidak ada dukungan dari partai sebab di dalam konsesus nasionalhanya dimungkinkan dilakukan partai politik untuk berhak mengajukan calon-calon pimpinan pimpinan untuk dipilah dalam pemelihan umum.
Melihat partai-partai yang hegomoni seperti Partai golkar, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia, dan Partai Demokrat dimana pucuk ketua pimpinan dipegang oleh kaum-kaum tua, sulit sekali buat memajukan tokoh muda alternative, baik didalm tubuh partai maupun di luar partai. Minimnya partai-partai yang yang pro terhadap pimpinan muda akan menyulitkan masyarakat yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda melakukan perubahan. Seperti yang dikatakan tokoh politik Abdul Gafur Sangaji, partai-partai hanya melakuakn daur ulang terhadap tokoh-tokoh tua yang sudah ada.
Tokoh-tokoh prodemokrasi sangat kecewa dengan partai-partai politik dikarenakan tidak tersedianya space bagi tokoh-tokoh muda didalam tubuh partai maupun di luar partai ini menyulitkan tokoh-tokoh muda untuk bisa melakukan perubahan, terlebih lagi tokoh-tokoh prodemokrasi bersikap antipartai yang mana lebih menyulitkan lagi untuk tokoh-tokoh muda untuk menjadi pemimpin alternative. Seharusnya tokoh-tokoh prodemokrasi lebih mendekatkan diri pada partai politik, karena partai politiklah yang merupakan isatu-satunya demokrasi yang bisa mencapai kekuasaan. Semakin banyaknya aktivis demokrasi yang menyebar kedalam tubuh partai, kemungkinan besar peluang kekuasaan dipegang oleh tokoh-tokoh kepemimpinan muda untuk membawa negeri ini ke jalur mulianya.
MANAJEMEN PEDIDIKAN
A. Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang-orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi itu mengandung dua pengertian pokok yang sangat penting tentang kepemimpinan, yaitu:
- Pertama, mempengaruhi perilaku orang lain. Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Motivasi o-rang untuk berperilaku ada dua macam, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Dalam hal motivasi ekstrinsik perlu ada faktor di luar diri orang tersebut yang mendorongnya untuk berperi-laku tertentu.
Dalam hal semacam itu kepemimpinan adalah faktor luar. Sedang motivasi intrinsik daya dorong untuk berperilaku tertentu itu berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Jadi semacam ada kesadaran kemauan sendiri untuk berbuat sesuatu, misalnya memperbaiki mutu kerjanya. Kepemimpinan yang merupakan faktor eksternal tadi, harus selalu dapat memotivasi anggota organisasi perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan-perbaikan mutu. Tetapi kalau setiap kali dan dalam setiap hal harus memberi perintah atau pengarahan, itu akan menimbulkan kesulitan. Kalau setiap melakukan pekerjaan dengan baik itu harus dengan perintah pimpinan, dan kalau tidak ada perintah pimpinan tidak dilakukan pekerjaan dengan baik, maka perbaikan mutu kinerja yang terus menerus akan sulit diwujudkan.
- Oleh karena itu MMT mengajarkan agar kepemimpinan itu selain untuk memberi pengarahan atau perintah tentang hal-hal yang perlu ditingkatkan mutunya, juga perlu digunakan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik, yaitu menumbuhkan kesadaran akan perlunya setiap orang dalam perguruan tinggi itu selalu berupaya meningkatkan mutu kinerjanya masing-ma-sing secara individual maupun bersama-sama sebagai kelompok ataupun sebagai organisasi. Kedua, kepemimpinan harus diarahkan agar orang-orang mau berkerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi perilaku yang ditimbulkan oleh kepemimpinan itu berupa kesediaan orang-orang untuk saling bekerjasama mencapai tujuan organisasi yang disepakati bersama.
Dalam implementasinya kepemimpinan MMT yang berhasil adalah yang mampu menumbuhkan kesadaran orang-orang dalam perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan-peningkatan mutu kinerja dan terciptanya kerjasama dalam kelompok-kelompok untuk meningkatkan mutu kinerja masing-masing kelompok maupun kinerja perguruan tinggi secara terpadu. Adanya kerjasama-kerjasama kelompok merupakan salah satu kunci keberhasilan MMT.Dalam proses tersebut pimpinan membimbing, memberi pengarahan, mempengaruhi perasaan dan perilaku orang lain, memfasilitasi serta menggerakkan orang lain untuk bekerja menuju sasaran yang diingini bersama. Semua yang dilakukan pimpinan harus bisa dipersepsikan oleh orang lain dalam organisasinya sebagai bantuan kepada orang-orang itu untuk dapat meningkatkan mutu kinerjanya.
Dalam hal ini usaha mempengaruhi perasaan mempunyai peran yang sangat penting. Perasaan dan emosi orang perlu disentuh dengan tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai baru, misalnya bekerja itu harus bermutu, atau memberi pelayanan yang sebaik mungkin kepada pelanggan itu adalah suatu keharusan yang mulia, dan lain sebagainya. Dengan nilai-nilai baru yang dimiliki itu orang akan tumbuh kesadarannya untuk berbuat yang lebih bermutu. Dalam ilmu pendidikan ini masuk dalam kawasan affective.
PENGARUH KEPEMIMPINAN
1 Pengertian Pengaruh Kepemimpinan
Perubahan yang terjadi akibat interaksi yang terjadi antara bawahan dan atasan (pimpinan dan yang dipimpin). Pemimpin harus mampu memperngaruhi bawahan, hal ini sesuai dengan pendapat R. Iyeng Wiraputra, M.Sc. dosen IKIP Bandung Buku kepemimpinan terbitan 1985, hal 27. Bahwa kepemimpinan artinya kemampuan untuk mempengaruhi bawahan untuk mengikuti atasan. Hal yang mengakibatkan memiliki pengaruh antara lain pengetahuan, pengalaman, wibawa, kharisma serta jabatan. 2.2 Tugas kepemimpinan
Penyelenggaraan manajemen sekolah merupakan tugas pemimpin sekolah, inti dari manajemen sekolah adalah manajemen (Drs. NA Amatembun IKIP Bandung dalam bukunya Dasar manajemen Sekolah Jilid I, terbitan 1981, hal 38). Dengan demikian tugas pemimpin adalah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti :
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Penetapan staf-staf pembantu pelaksana kegiatan
- Memberikan pengarahan bimbingan dan pembinaan
- Mengadakan pengawasan untuk mengatasi penyimpangan
- Melaksanakan penilaian untuk mengukut keberhasilan
- Semua fungsi manajemen diaplikasikan dalam program penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
1. Wewenang Pemimpin
Kekuasaan yang dibebankan kepada diri seseorang pemimpin sesuai dengan objek dalam kepemimpinannya.
2. Hak Pemimpin
Pemimpin formal mempunyai hak-hak yang perlu disahkan atas ketentuan hukum yang berlaku antara lain:
- Hak memperoleh SK dari jabatan yang berwenang
- Hak memperoleh jaminan atas jabatan
- Hak mendapat imbalan atas dasar tugas dan tanggung jawab
- Hak melakukan tugas kepemimpina n kepada bawahan
3. Kewajiban Pemimpin
Pemimpin adalah jabatan dan jabatan adalah kepercayaan kewajiban pemimpin adalah mempertahankan kepercayaan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan dan kepercayaan itu perlu dipertanggung jawabkan kepada diri sendiri, masyarakat, dan bangsa serta kepada Allah SWT.
4. Tanggung Jawab Pemimpin
Tanggung jawab adalah keberanian menanggung resiko yang terjadi akibat perbuatan dan tindakan yang dikerjakan, bawahan sebenarnya hanya membantu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah maju mundurnya pendidikan merupakan tanggung jawab pimpinan sekolah sama halnya seperti dalam keluarga, kepala keluarga bertanggung jawab atas anggota keluarganya dalammelaksanakan kehidupan berumah tangga.
2. Tujuh hal mendasar yang perlu dikuasai Untuk kepemimpinan mutu
MMT dilaksanakan dalam suatu organisasi atau institusi tertentu yang pada tahap awal implementasinya organisasi itu digerakkan oleh kepemimpinan yang sangat peduli pada mutu dan bertekad kuat untuk membuat organisasinya itu selalu dan terus menerus meningkatkan mutu kiner-janya, apakah itu dalam bentuk produk atau jasa. Kepemimpinan untuk MMT itu memerlukan modal dasar dalam bentuk penguasaan tujuh mendasar yang menyangkut kehidupan organisasinya.
1. Filosofi Organisasi
Mengapa organisasi yang dipimpinnya ini ada dan untuk apa? Jawaban ter-hadap pertanyaan yang sangat mendasar ini perlu dikuasai secara baik oleh semua orang yang memegang tampuk kepemimpinan dari suatu organisasi. Tanpa menguasai jawabannya secara baik diragukan apakah mereka akan mampu mengarahkan orang-orang lain dalam organisasi itu ke tujuan yang seharusnya.
2. V i s i
Akan menjadi organisasi yang bagaimanakah organisasi itu di masa depan? Orang-orang yang memegang kepemimpinan perlu memiliki pandangan jauh ke depan tentang organi-sasinya; mereka ingin mengembangkan organisasinya itu menjadi organisasi yang bagaimana, yang mampu berfungsi apa dan bagaimana, yang mampu memproduksi benda dan jasa apa dan yang bagaimana, serta untuk dapat disajikan kepada siapa? Visi ini seharusnya berjangka panjang, misalnya 10 tahun atau 25 tahun ke dapan, agar dapat memfasilitasi usaha-usaha perbaikan mutu kinerja yang berkelanjutan.
3. M i s i
Mengapa kita ada dalam organisasi ini? Apa tugas yang harus kita lakukan? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan visi tersebut di atas. Bagaimana visi itu akan dapat diwujudkan? Tugas-tugas pokok apakah yang harus dilakukan oleh organisasi agar visi atau kondisi masa depan organisasi tadi dapat diwujudkan. Rumusan tentang misi organisasi ini juga seharusnya dapat dikuasai dengan baik dan jelas oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan agar mereka dapat memberi arahan yang benar dan jelas kepada orang-orang lain.
4. Nilai-nilai (values)
Prinsip-prinsip apa yang diyakini sebagai kebenaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas organisasi, dan ingin agar orang lain dalam organisasi juga mengadopsi prinsip-prinsip tersebut. Misalnya mutu, fokus pada pelanggan, disiplin, kepelayanan adalah nilai-nilai yang seharusnya dianut oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan MMT.
5. Kebijakan (policy)
Ialah rumusan-rumusan yang akan disampaikan kepada orang-orang dalam organisasi sebagai arahan agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menyediakan pelayanan dan barang kepada para pelanggan. Orang-orang yang memegang kepemim-pinan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan semacam itu agar orang-orang dapat menyajikan mutu seperti yang diinginkan oleh organisasi.
6. Tujuan-tujuan Organisasi :
Ialah hal-hal yang perlu dicapai oleh organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek agar memungkinkan orang-orang dalam organisasi memenuhi misinya dan mewujudkan visi mereka. Tujuan-tujuan organisasi itu perlu dirumuskan secara kongkrit dan jelas.
7. Metodologi
Adalah rumusan tentang cara-cara yang dipilih secara garis besar dalam bertindak menuju pewujudan visi dan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Metodologi ini terbatas pada garis-garis besar yang perlu dilakukan dan bukan detil-detil teknik kerja.
Ketujuh hal yang sangat mendasar itu perlu dikuasai dan dalam implementasi MMT hal itu akan dituangkan dalam merumuskan rencana strategis untuk mutu. Tanpa kemampuan merumuskan ketujuh hal itu secara spesifik dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang dalam organisasi, sulit bagi orang-orang itu untuk mewujudkan mutu seperti yang diinginkan.
C. Pengertian Kepemimpinan MMT
Untuk menerapkan MMT dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. MMT diterapkan dalam organisasi yang melihat tugas organisasinya tidak sekedar melaksanakan tugas rutin, yang sama saja dari hari ke hari berikutnya. Semua sudah ditentukan standarnya, dan kalau kinerja sudah sesuai standar maka bereslah segalanya. MMT juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bersifat dinamis, artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Untuk itu MMT memerlukan kepemimpinan yang mempu-nyai ciri-ciri yang agak khusus seperti yang akan dibahas berikut ini
1. Fokus pada Kelompok.
Kepemimpinan lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok kerja yang memiliki tugas atau fungsi masing-masing, tidak memfokus kepada individu. Hal ini akan berakibat tumbuh berkembangnya kerjasama dalam kelompok-kelompok. Motivasi individu akan menjadi tugas semua orang dalam kelompok, jadi kelompok kerja menjadi sumber motivasi bagi setiap ang-gota dalam kelompok. Karena pimpinan selalu menilai kinerja kelompok, bukan individu, maka ma-sing-masing kelompok akan berusaha memacu kerjasama yang sebaik-baiknya, kalau perlu dengan menarik-narik teman sekelompoknya yang kurang benar kerjanya.
2. Melimpahkan wewenang untuk membuat keputusan.
Kepemimpinan MMT tidak selalu membuat keputusan sendiri dalam segala hal, tetapi hanya melakukannya dalam hal-hal yang akan lebih baik kalau dia yang memutuskannya. Sisanya diserahkan wewenangnya kepada ke-lompok-kelompok yang ada di bawah pengawasannya. Hal ini dilakukan terutama untuk hal-hal yang menyangkut cara melaksanakan pekerjaan secara teknis. Orang-orang yang ada dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah mendapatkan pelatihan dan sehari-hari melakukan pekerjaan itulah yang lebih tahu bagaimana melakukan pekerjaan dan karenanya menjadi lebih kompeten untuk membuat keputusan dari pada sang pimpinan.
3. Merangsang kreativitas.
Setiap upaya meningkatkan mutu kinerja, apakah itu dalam mengha-silkan barang atau menghasilkan jasa, pada dasarnya selalu diperlukan adanya perubahan cara kerja. Jadi kalu diinginkan adanya mutu yang lebih baik jangan takut menghadapi perubahan, se-bab tanpa perubahan tidak akan terjadi peningkatan mutu kinerja. Perubahan bisa diciptakan oleh pemimpin, tetapi tidak perlu harus selalu berasal dari pimpinan, sebab kemampuan pemim-pinpun terbatas. Oleh karena itu pemimpin justru perlu merangsang timbulnya kreativitas di ka-langan orang-orang yang dipimpinnya guna menciptakan hal-hal baru yang sekiranya akan menghasilkan kinerja yang lebih bermutu. Seorang pemimpin tidak selayaknya memaksakan ide-ide lama yang sudah terbukti tidak dapat menghasilkan mutu kinerja seperti yang diharap-kan. Setiap ide baru yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermutu dari manapun asalnya patut disambut baik. Orang-orang dalam organisasi harus dibuat tidak takut untuk berkreasi, dan orang yang terbukti menghasilkan ide yang bagus harus diberi pengakuan dan penghargaan.
4. Memberi semangat dan motivasi untuk berinisiatif dan berinovasi.
Seorang pimpinan MMT selalu mendambakan pembaharuan, sebab dia tahu bahwa hanya dengan pembaharuan akan dapat dihasilkan mutu yang lebih baik. Oleh karena itu dia harus selalu mendorong semua orang dalam organisasinya untuk berani melakukan inovasi-inovasi, baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. Tentu semua itu dilakukan melalui proses uji coba dan evaluasi secara ketat sebelum diadopsi secara luas dalam organisasi. Sebaliknya seo-rang pimpinan tidak sepatutnya mempertahankan kebiasaan-kebiasaan kerja lama yang sudah terbukti tidak menghasilkan mutu seperti yang diharapkan olah organisasi maupun oleh para pe-langgannya.
5. Memikirkan program penyertaan bersama.
MMT selalu mengupayakan adanya kerjasama dalam tim, kelompok, atau dalam unit-unit organisasi. Program-program mulai dari tahap peren-canaan sampai ke pelaksanaan dan evaluasinya dilaksanakan melalui kerjasama, dan bukan pro-gram sendiri-sendiri yang bersifat individual. Adanya sistem kerja yang didasari oleh kerjasama dalam tim, kelompok atau unit itu harus selalu menjadi pemikiran para pimpinan MMT. Dasarnya adalah pengikut-sertaan semua orang dalam kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ba-kat, minat dan kemampuan masing-masing orang. Orang adalah aset terpenting dalam organisasi dan karena itu setiap orang yang ada harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan penca-paian tujuan organisasi.
6. Bertindak proaktif.
Pemimpin MMT selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. Pemimpin MMT tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila su-dah terjadi masalah. Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masa-lah dan kesulitan di masa yang akan datang. Setiap rencana tindakan sudah difikirkan akibat dan konsekuensi yang bakal muncul, dan kemudian difikirkan bagaimana cara untuk mengeliminasi hal-hal yang bersifat negatif atau sekurang berusaha meminimalkannya. Dengan demikian ke-hidupan organisasi selalu dalam pengendalian pimpinan dalam arti semua sudah dapat diper-hitungkan sebelumnya, dan bukannya memungkinkan munculnya masalah-masalah secara me-ngejutkan dan menimbulkan kepanikan dalam organisasi. Tindakan yang reaktif biasanya sudah terlambat atau setidaknya sudah sempat menimbulkan kerugian atau akibat negatif lainnya.
7. Memperhatikan sumberdaya manusia.
Sudah dikatakan sebelumnya bahwa orang adalah sumberdaya yang paling utama dan paling berharga dalam setiap organisasi. Oleh karena itu SDM harus selalu mendapat perhatian yang besar dari pimpinan MMT dalam arti selalu diupa-yakan untuk lebih diberdayakan agar kemampuan-kemampuannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kemampuan yang meningkat itulah SDM itu dapat diharapkan untuk mening-katkan mutu kinerjanya. Program-program pelatihan, pendidikan dan lain-lain kegiatan yang bersifat memberdayakan SDM harus dilembagakan dalam arti selalu direncanakan dan dilaksa-nakan bagi setiap orang secara bergiliran sesuai keperluan dan situasi.
8. Bicara tentang adanya persaingan ketat.
Bila berbicara tentang mutu tentu akan terlintas adanya mutu yang tinggi dan mutu yang rendah. Bila dikatakan bahwa kinerja suatu organisasi itu tinggi tentu karena dibandingkan dengan mutu organisasi lain yang kenyataannya lebih rendah. Artinya mutu tentang segala sesuatu itu sifatnya relatif, bukan absolut. Setidaknya begitulah pengertian mutu menurut MMT. Pimpinan dalam MMT dianjurkan melakukan pem-bandingan dengan organisasi lain, membandingkan mutu organisasinya dengan mutu organisasi lain yang sejenis. Kegiatan ini disebut benchmarking. Pimpinan MMT selalu berusaha menya-mai mutu kinerja organisasi lain dan kalau bisa bahkan berusaha melampaui mutu organisasi lain.
Bila pimpinan berbicara tentang mutu organisasi lain dan kemudian ingin menyamai atau melebihi mutu organisasi lain itu, berarti pmpinan itu berbicara tentang persaingan. Setiap organisasi berusaha mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dan yang berciri lebih baik. Usaha ini hanya akan berhasil kalau organisasi itu mampu berkinerja yang mutunya lebih tinggi dari organisasi lain. Ini persaingan. MMT dikembangkan untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu pimpinan MMT selalu harus menyadari adanya persaingan dan berbicara tentang itu dengan orang-orang dalam organisasinya.
9. Membina karakter, budaya dan iklim organisasi.
Karakter suatu organisasi tercermin dari pola sikap dan perilaku orang-orangnya. Sikap dan perilaku organsasi yang cenderung menim-bulkan rasa senang dan puas pada fihak pelanggan-pelanggannya perlu dibina oleh pimpinan. Demikian pula budaya organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu yang relevan dengan mutu yang diinginkan oleh organisasi itu juga perlu dibina. Misalnya dalam lembaga pendidikan perlu dikembangkan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai belajar, kejujuran, kepelayanan, dan sebagainya. Nilai-nilai yang merupakan bagian dari budaya organisasi itu harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam organisasi. Namun demikian ka-rakter dan budaya organisasi itu hanya akan tumbuh dan berkembang bila iklim organisasi itu menunjang. Olah karena itu pimpinan juga harus selalu membina iklim organisasinya agar kon-dusif bagi tumbuh dan berkembangnya karakter dan budaya organisasi tadi. Misalnya dengan menciptakan dan melaksanakan sistem penghargaan yang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi lebih baik. Atau pimpinan yang selalu berusaha berperilaku sedemikian rupa hingga dapat menjadi model yang selalu dicontoh oleh orang-orang lain.
10. Kepemimpinan yang tersebar.
Pemimpin MMT tidak berusaha memusatkan kepemimpinan pada dirinya, tetapi akan menyebarkan kepemimpinan itu pada orang-orang lain, dan hanya me-nyisakan pada dirinya yang memang harus dipegang oleh seorang pimpinan. Kepemimpinan yang dimaksudkan adalah pengambilan keputusan dan pengaruh pada orang lain. Pengambilan tentang kebijaksanaan organisasi tetap ditangan pimpinan-atas, dan lainnya yang bersifat operasional atau bersifat teknis disebarkan kepada orang-orang lain sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dalam banyak hal bahkan pengambilan keputusan itu diserahkan kepada tim atau kelompok kerja tertentu. Dengan demikian ketergantungan organisasi pada pimpinan akan sangat kecil, tetapi sebagian besar dari orang-orang dalam organisasi itu memiliki kemandirian yang tinggi. Kondisi semacam ini tentu saja akan tercapai melalui penerapan MMT yang baik dan benar, dan setelah melalui proses pembinaan yang panjang.
Makin banyak dari kesepuluh ciri itu yang diterapkan oleh pimpinan MMT semakin baiklah mutu kepemimpinannya, dalam arti makin baiklah suasana kerja yang kondusif untuk terciptanya mutu, dan makin kuatlah dorongan yang diberikan kepada orang-orang dalam orga- nisasinya untuk meningkatkan mutu kinerjanya. Kesepuluh hal tersebut perlu dihayati dan di-praktekkan oleh semua pimpinan , dari yang tertinggi sampai yang terrendah, sehingga akhirnya akan menjelma menjadi pola tindak yang normatif dari semua unsur pimpinan.
A. Kesimpulan
Dari penulisan ringkas di atas dengan melihat latar belakang dan pembahasan masalah, maka dapat diambil kesipulan sebagai berikut:
Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan, keakraban/kebersamaan, dan kejujuran dan tanggung jawab.Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan
Kemampuan pemimpin dalam memerankan gaya kepemimpinan yang bertumpu kepada partisipasi aktif semua personil sekolah akan memunculkan keberhasilan seorang pemimpin
Pemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalam memahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadi program dalam penyelenggaraan pendidikan.
Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yang berkualitas.
B. Saran-Saran
Untuk meningkatkan kinerja personil sekolah sebaiknya kunjungan antar sekolah sering dilakukan untuk melihat kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai di sekolah masing-masing.
Sebaiknya kesejahteraan lahir dan batin mendapat prioritas dalam melaksanakan tugas pemimpin.
-----------,2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 manajemen pendidikan , Jakarta: Depdiknas RI
-----------,2002. Masalah manajemen pendidikan di Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan Ditjen Dikdasmen-Dik menum.
http://artikelrande.blogspot.com/2010/07/manajemen-pedidikan.html
Wanto, 2005. manajemen dan pendidikan, Surabaya; Tabloid Nyata IV Desember
Mudahan Anda terbantu dengan Contoh Makalah Pendidikan ini.
Paul Siregar
April 11, 2018
CB Blogger
Indonesia
Kumpulan Makalah Terbaru dan Terbaik, Makalah Tentang Kewirausahaan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tahun demi tahun lulusan dari sarjana S1 dan tingkat pengangguran pun juga semakin meningkat. Dan ini adalah salah satu masalah pemerintah, pribadi, dan sekaligus masalah bagi perguruan tinggi yang sudah memberikan kelulusan dan gelar. Karena pada hakikatnya, para sarjana diharapkan untuk bisa terjun ke dalam masyarakat, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mampu hidup mandiri.
Ilmu yang telah didapatkan selama menuntut ilmu di perguruan tinggi diharapkan bisa digunakan saat terjun ke masyarakat dan mendapatkan penghasilan dari ilmu yang telah didapat tersebut. Misalnya saja, FKIP Majalengka melahirkan calon-calon guru. Dan bagaimana jika beberapa Mahasiswa justru merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan di bidang yang selama ini ia pelajari di perkuliahan? Misalnya mahasiswa bahasa Inggris yang tidak menjadi guru Bahasa Inggris dan tidak dapat menemukan pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris.
Di era sekarang ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cakap dalam bicara saja tapi juga bisa menjadi sosok yang multitalenta, yakni yang tidak hanya terfokus atau terkungkung dalam bidang yang dipelajari saja di perkuliahan. Seorang mahasiswa harus menjadi pribadi yang berpikir aktif dan kreatif, apalagi sekarang ini persaingan ekonomi dan bisnis semakin meningkat. Dan untuk itulah dibutuhkan solusi dan persiapan mental serta praktek nyata mahasiswa agar nanti pada saat benar-benar terjun ke dunia kerja mahasiswa tidak lagi kebingungan, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, dan kalah dalam persaingan untuk mendapatkan pekerjaan.
Karena persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, maka mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mencari pekerjaan. Tapi juga mampu membuat lapangan pekerjaan dan mampu menjadi bos untuk pekerjaannya sendiri, bukan menjadi ‘pegawai’ seperti kebanyakan. Dan untuk itulah dibutuhkan mata kuliah kewirausahaan untuk membangun minat usaha mahasiswa. Agar mahasiswa mampu menjalankan usaha sejak masih menjadi mahasiswa sampai lulus dan mendapatkan gelar sarjana nanti.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kewirausahaan
Kata kewirausahaan dalam Bahasa Indonesia disusun dari dua kata yaitu Wira dan usaha. Kata Wira berasal dari bahasa sangsakerta yang artinya gagah berani. Sedangkan kata Usaha memiliki pengertian upaya-upaya bisnis. Sehingga kewirausahaan bisa diartikan sebagai orang yang berani melakukan usaha atau bisnis.
Dan berikut beberapa pengertian kewirausahaan :
Jadi pada kesimpulannya bahwa kewirausahaan adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis dengan menentukan cara, strategi, dan segala persiapan untuk mewujudkan usaha atau bisnis tersebut.
B. Tujuan dan Fungsi Kewirausahaan
Perkembangan ekonomi rakyat dan kemajuan ekonomi dan bisnis belum bisa dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Sehingga penting dari sekarang, para kaum muda khususnya para mahasiswa untuk mampu terbebas dari belenggu kemiskinan dan mengubah taraf kehidupan. Sehingga bisa memberikan sumbangsih lapangan pekerjaan bagi yang lain.
Bagi seorang sarjana, menjadi pegawai saja tidak cukup. Harus ada pekerjaan sampingan yang memberikan jaminan keuntungan seumur hidup dan bisa dilakoni seumur hidup tanpa harus takut di PHK dan pensiun. Sehingga dari sinilah peran serta universitas dibutuhkan untuk memacu adanya keinginan dan persiapan mental maupun strategi untuk mahasiswa agar berani berwirausaha.
Dan fungsi dari kewirausahaan yang diajarkan di universitas adalah sebagai berikut :
Sedangkan fungsi tambahan kewirausahaan adalah :
Sebuah penelitian menunjukan bahwa dampak kontribusi kewirausahaan dalam mendukung ekonomi rakyat yaitu sekitar 85%. Kewirausahaan yang diajarkan kepada masyarakat melalui pembinaan-pembinaan berhasil meningkatkan minat usaha rakyat. Dengan demikian, pembelajaran keiwrausahaan dalam perkuliahan diharapkan mampu meningkatkan minat usaha mahasiswa guna mengubah taraf hidup mereka dan membuat mereka mampu hidup mandiri. Itulah tujuan kewirausahaan yang ada di perkuliahan.
C. Hambatan dalam Berwirausaha
Dalam pelaksanaan wirausaha, tentu saja banyak sekali hambatan-hambatan yang mengurungkan minat usaha mahasiswa. Salah satu contohnya adalah modal.
Modal usaha adalah hal yang sangat sensistif karena merupakan bagian yang sangat dibutuhkan dalam berwirausaha. Namun, banyak orang yang salah kaprah dan menganggap bahwa modal usaha itu hanya berbentuk uang saja. karena yang namanya modal usaha itu bisa berupa : kemampuan (nyanyi, menjahit, mengetik di komputer), alat untuk membantu melakukan usaha (misalnya mesin jahit dan komputer), kemampuan bersosialisasi guna mempromosikan barang dagangan.
Hambatan lainnya dalam berwirausaha lebih kepada pribadi, yaitu sikap percaya diri yang kurang, mental yang kurang kuat, kurang mampu berpikir kreatif, inovatif, dan tanggap, tidak adanya keinginan untuk berwirausaha, sikap manja yang berlebihan, sikap yang selalu mengandalkan orang lain.
Untuk itu kita harus mulai mengubah semua sikap di atas dengan mulai menjadi seorang pemipin, minimalnya untuk memimpin diri sendiri dalam berwirausaha. Contoh keterampilan memimpin itu harus memiliki aspek perilaku sebagai berikut :
Sehingga terciptalah pribadi yang kuat dan disiplin guna meningkatkan pribadi yang siap untuk melakukan wirausaha.
Kita bisa mengadopsi sikap nabi dalam berwirausaha. Dan berikut perilaku Nabi Muhammad SAW yang patut kita jadikan contoh agar usaha bisa berjalan baik dan meningkatkan tingkat percaya diri dan keuntungan:
D. Persiapan Berwirausaha
Dalam melakukan wirausaha, kita tidak boleh melakukannya tanpa persiapan apapun. Karena bisa jadi, perputaran bisnis ini tidak berjalan lancar dan tidak mampu menghadapi kendala. Sehingga bisnis tidak mampu bertahan lama.
Dalam berwirausaha kita harus memiliki bussiness planning yang cocok yang telah disesuaikan dengan riset pasar dan perkembangan usaha ke depannya. Bukan hanya itu, kita harus mempersiapkan modal dan berani mengambil resiko.
Business plan dibuat untuk jangka pendek maupun panjang. business plan merupakan suatu map yang nantinya diikuti oleh pengusaha. Bussiness plan digunakan sebagai rencana perjalanan perusahaan. Fungsi dari bussiness plan yaitu :
Kerangka yang digunakan dalam rencana usaha memuat beberapa poin yaitu :
1. Nama perusahaan
Diusahakan nama perusahaan tidak terlalu panjang, sederhana, mudah dibaca, mudah diingat, enak dibaca, tak ketinggalan jaman, unik, tidak menyinggung seseorang atau golongan, merupakan pencitraan dari fungsi produk yang dihasilkan, dan bila diekspor namanya tidak sulit dibaca oleh orang luar negeri.
2. Lokasi
Ada dua hal utama yang diperhatikan dalam memilih lokasi yaitu :
3. Komoditi yang akan diusahakan
Perlu adanya suatu pertimbangan dalam memilih suatu komoditi yang akan diusahakan yaitu:
4. Konsumen yang dituju
Kita perlu mengadakan analisa atas kebutuhan masyarakat dan jangkauan konsumen. Apakah kita yang akan menjangkau konsumen atau konsumen yang datang pada kita. Jika kita memilih option yang pertama maka kita harus membuka suatu pertokoan karena konsumen cenderung belanja ke pertokoan.
5. Pasar yang akan dimasuki
Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar maka akan menempatkan perusahaannya dalam posisi sebagai pemimpin pasar, yakni memiliki pangsa [asar terbesar dalam produk sejenis. Dan sebagai penantang pasar yang akan selalu menjadi saingan-saingan pemimpin pasar sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan jumlah barang yang terjual dan konstanta barang yang terjual per harinya.
Selain itu juga menjadi perelung pasar dan pengikut pasar. Pengikut pasar berarti perusahaan yang selalu memiliki taktik untuk mempertahankan konsumen dan mencari konsumen baru. Sedangkan perelung pasar adalah yang selalu menjadi pemimpin di pasar kecil.
6. Partner yang akan diajak kerjasama
Ada dua macam partnership yaitu :
7. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
Kita harus pandai dalam menilai seseorang bukan hanya dari penampilannya saja. tetapi juga perilakunya. Karena kita wajib mendapatkan partner yang dapat dipercaya.
8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
Sumber modal bisa dari tabungan, pinjaman, atau dari hasil bekerja yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Kebanyakan orang tidak mau berurusan dengan bank terlebih mengenai utang piutang. Karena dikhawatirkan hutang tersebut bisa bertambah dan akhirnya justru membuat bangkrut usaha. Namun, demi kelancaran, biasanya kebanyakan orang enganmbil resiko ini dan melakukan perjanjian utang piutang dengan bank.
Itu karena kesempatan peluang meningkatkan usaha yang tidak datang berkali-kali sedangkan butuh modal yang besar dan menunggu dari hasil tabungan dirasa akan terlalu lama sehingga peluang itu hilang akhirnya.
Namun, jika ada manajemen utang yang baik dan administrasi keuangan yang baik di sebuah perusahaan maka tak akan ada masalah dengan hutang. Asalkan ada cicilan yang membuat hutang itu tidak semakin membengkak.
9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam penyediaan barang :
10. Penyebaran promosi
Usahakan dalam membuat suatu periklanan bagi perusahaan menengah ke bawah jangan menggunakan media yang akan memakan banyak modal. Misalnya saja iklan di televisi, radio, dan surat kabar. Biaya untuk periklanan di media tersebut bisa memakan biaya sekitar lima ratus ribuan ke atas.
Bentuk-bentuk yang bisa dilakukan sebagai sarana promosi atau iklan adalah :
Jangan lupa dalam engiklankan produk yang kita buat, kita harus mencantumkan nama perusahaan, nomor yang bisa dihubungi dan jangan lupa alamat. Jika perlu alamat website perusahaan pun perlu dicantumkan.
Sering lakukan iklan melalui internet dan iklankan produk-produk dari perusahaan Anda melalui pesan di jejaring sosial, status atau twit, juga bisa dengan mengundang teman Anda atau siapaun untuk datang dalam acara pembukaan perusahaan dan kenalkan produk Anda pada mereka.
E. Jenis Usaha yang bisa Digeluti oleh Mahasiswa
Banyak sekali usaha yang bisa digeluti oleh mahasiswa. Mulai dari bisnis yang bakan tidak mengeluarkan modal, modal kecil, sampai yang mengeluarkan modal besar. namun, yang paling cocok untuk mahasiswa yang masih menjalani pendidikan dan masih minim modal, yang paling cocok adalah bisnis yang membutuhkan modal yang kecil bahkan tanpa modal.
Selain itu, melihat dari perilaku atau pribadi anak muda jaman sekarang, kebanyakan tidak ingin pekerjaan yang menyita waktu dan ingin dilakukan dengan santai bahkan sambil bermain jika bisa.
Karena dari penelitian tersebut ada beberapa usaha yang bisa dilakukan mahasiswa dan tidak menyita waktu serta minim modal. Berikut usaha yang bisa dilakukan mahasiswa dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
a. Bisnis afiliasi.
Bisnis afiliasi adalah bisnis yang dilakukan dengan memajang produk atau jasa orang lain. dan jika ada orang yang membeli produk atau jasa tersebut melalui situs Anda, maka Anda akan mendapatkan komisi. Situs yang menyediakan penjualan afiliasi ini adalah Amazon Assosiate dan forex.
Potensi yang bisa Anda dapatkan dari bisnis ini adalah jika Anda berhasil menjual 4 produk dalam satu minggu yang masing-masing mendapat komisi 50.000 (10% dari harga jual barang yang terjual) maka 4 x 50.000 = 200.000
b. Bisnis pay per click
Bisnis ini bisa dilakukan dengan cara situs Anda dijadikan sebagai media pemajangan iklan oleh perusahaan sekelas google atau lainnya. Bisnis pay per click ini cara kerjanya adalah Anda akan mendapatkan bayaran pada setiap iklan yang di klik oleh pengunjung situs Anda. situs yang menyediakan bisnis pay per click adalah google adsense dan text link ads.
Potensi pendapatan Anda per hari adalah misalnya setiap hari ada minimal 30 pengunjung yang mengklik iklan di situs Anda dan setiap klik senilai Rp. 300,- maka 30 x 300 = 9000 per hari. bagaimana jika pengunjung situs Anda mencapai ratusan dan mengklik iklan yang terpajang di situs Anda? tentu akan lebih besar potensi Anda untu kemdapatkan penghasilan.
Bisnis online bisa Anda lakukan jika situs Anda berada pada rangking pencarian google urutan sepuluh besar dan memiliki pengunjung yang banyak. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan dengan banyak menulis artikel di blog Anda. sekalian chating di jejaring sosial banyak-banyaklah menulis artikel di situs Anda dengan konten yang bermutu dan ingat jangan copy-paste.
2. Bisnis menulis
Ada tiga bisnis menulis yang bisa Anda lakukan guna mendapatkan penghasilan tambahan :
a. Menulis artikel
Menulis artikel untuk situs orang yang sudah terkenal juga bisa menjadikan penghasilan tambahan bagi mahasiswa. Setiap artikel yang dibuat berdasarkan ketentuan key word (setiap artikel memiliki key word tersendiri yang membuat artikel itu masuk dalam sistem pencarian google nantinya). Setiap artikel yang dibuat dengan jumlah kata 350 akan dibayar sebanyak Rp.7500,- sedangkan bagi artikel yang dibuat dengan jumlah kata 1100 kata maka dibayar sekitar Rp. 25.000,-.
Anda bisa mendapatkan pekerjaan dalam penulisan artikel ini di Re! Media service di grup jejaring sosial facebook.
b. Menulis buku
Menulis buku adalah salah satu alternatif peluang usaha yang bonafit. Terlebih bayaran untuk menulis buku juga lebih besar. satu naskah buku yang dijual putus tanpa melalui agensi penulisan naskah biasanya dibayar seharga kurang lebih 4,5 juta. Sedang yang melalui agensi akan dibayar sekita kurang lebih 2,5 juta sebagai biaya pengeditan dan pengiriman naskah. Tapi masih bisa dibilang lumayan. Jika penulisan berdasarkan royalty pembayaran akan dilakukan minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dengan persentasi royalte sekitar 10% dari harga jual buku.
Penerbit yang bisa dikirimi naskah melalui email adalah stilletto book, haru, gagas media, bukune, diva publisher, BIP dan masih banyak lagi. alamat email setiap penerbit bisa dicari di google.
c. Menulis script
Menulis script untuk FTV atau seri adalah salah satu pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sambil menuntut ilmu. Mengenai contoh penulisan script atau pembelajaran menulis script bisa didapat melalui internet atau ikut dalam belajar menulis script secara online. Misalnya dari jejaring sosial facebook yaitu grup Nulis Script Yuk!
Bayaran untuk setiap script per episode dalam film seri adalah sekitar Rp.500.000. satu script sekitar 45 halaman. Sedangkan untuk FTV satu script dibayar sekitar 3-4 jutaan.
Salah satu Alamat PH di Indonesia yang bias dikirimi script adalah Frame Ritz, Jl Cempaka Putih Tengah 15 No. 28 jakarta Pusat (021) 4222671.
3. Membuka kursus
Membuka kursus juga salah satu alternatif mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan. Membuka kursus kecil-kecilan yang murah agar banyak peminat merupakan salah satu strategi jitu untuk mendapatkan penghasilan lebih. Misalnya saja, kursus bahasa Inggris dengan tarif Rp. 10.000 / pertemuan.
4. Bisnis Rongsok
Jangan sepelekan bisnis yang satu ini. karena bisnis rongsok ternyata salah satu bisnis yang bonafit saat ini. memungut sampah plastik yang dianggap tidak berguna lalu dikumpulkan setelah itu dijual dan uangnya ditabung sebagai modal untuk membuka usaha bisnis rongsok sendiri.
5. Jasa peminjaman buku
Buku-buku yang tersimpan di lemari Anda tidak boleh hanya menjadi pajangan. Manfaatkan buku-buku Anda sebagai ladang usaha atau bisnis Anda. Anda bisa memulai untuk membuka perpustakaan kecil-kecilan di rumah Anda.
Dan demikianlah bisnis yang bisa dilakukan mahasiswa sambil kuliah dan tidak menyita banyak waktu mahasiswa. Sambil melaksanakan aktifitas, sambil online di jejaring sosial, dan mengisi waktu luang, mahasiswa dapat melaksanakan bisnis ini.
BAB III
KESIMPULAN
Di jaman modern sekarang ini, setiap orang dituntut untuk mampu mandiri, termasuk juga mahasiswa. Persaingan di dunia bisnis semakin meningkat, sedang kebutuhan ekonomi juga semakin meningkat juga, tingkat pengangguran dan taraf kehidupan masyarakat Indonesia harus segera dirubah. Untuk itulah perlu adanya pendidikan yang mampu meningkatkan minat wirausaha mahasiswa demi menunjang kebutuhan dan mengajarkan kemandirian di bidang ekonomi agar pengangguran di Indonesia semakin menurun.
Mahasiswa adalah salah satu tonggak yang merupakan generasi penerus yang menentukan arah atau nasib Indonesia kelak. Seorang sarjana atau mahasiswa yang notabene sekolah tinggi haruslah mampu mandiri dan mampu membuka usaha sendiri. bahkan, harus mampu pula membuka peluang kerja bagi yang lain. agar membantu perekonomian masyarakat lainnya.
Untuk itulah mahasiswa tidak hanya disiapkan dalam bidang akademik saja, tapi juga praktek berwirausaha. Dan dalam kewirausahaan dibahas mengenai beberapa faktor yang dibutuhkan dalam persiapan berwirausaha atau bussiness plan.
Ada beberapa bidang usaha yang bisa dilakukan oleh mahasiswa yang notabene masih menjalani perkuliahan dan memiliki modal yang minimal. Bisnis-bisnis tersebut ialah bisnis online, bisnis menulis, bisnis membuka kursus, dan membuka peminjaman buku di rumah.
DAFTAR PUSTAKA
Yunus dan Wahyudin Nawawi. 2013. Enterpreneurship; Ditinjau dari Pperspektif Empiris, Keilmuan, dan Agama. Majalengka: Unit Penerbitan Universitas Majalengka
Stevenio, Andy. 2007. Peluang Bisnis Tanpa Modal untuk Anak Muda. Jakarta : Hi-Fest Publishing
Priyatno, Duwi. 2009. Panduan Mudah Bisnis Online. Yogyakarta : MediaKom Paul Siregar Januari 31, 2018 CB Blogger Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tahun demi tahun lulusan dari sarjana S1 dan tingkat pengangguran pun juga semakin meningkat. Dan ini adalah salah satu masalah pemerintah, pribadi, dan sekaligus masalah bagi perguruan tinggi yang sudah memberikan kelulusan dan gelar. Karena pada hakikatnya, para sarjana diharapkan untuk bisa terjun ke dalam masyarakat, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mampu hidup mandiri.
Ilmu yang telah didapatkan selama menuntut ilmu di perguruan tinggi diharapkan bisa digunakan saat terjun ke masyarakat dan mendapatkan penghasilan dari ilmu yang telah didapat tersebut. Misalnya saja, FKIP Majalengka melahirkan calon-calon guru. Dan bagaimana jika beberapa Mahasiswa justru merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan di bidang yang selama ini ia pelajari di perkuliahan? Misalnya mahasiswa bahasa Inggris yang tidak menjadi guru Bahasa Inggris dan tidak dapat menemukan pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris.
Di era sekarang ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cakap dalam bicara saja tapi juga bisa menjadi sosok yang multitalenta, yakni yang tidak hanya terfokus atau terkungkung dalam bidang yang dipelajari saja di perkuliahan. Seorang mahasiswa harus menjadi pribadi yang berpikir aktif dan kreatif, apalagi sekarang ini persaingan ekonomi dan bisnis semakin meningkat. Dan untuk itulah dibutuhkan solusi dan persiapan mental serta praktek nyata mahasiswa agar nanti pada saat benar-benar terjun ke dunia kerja mahasiswa tidak lagi kebingungan, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, dan kalah dalam persaingan untuk mendapatkan pekerjaan.
Karena persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, maka mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mencari pekerjaan. Tapi juga mampu membuat lapangan pekerjaan dan mampu menjadi bos untuk pekerjaannya sendiri, bukan menjadi ‘pegawai’ seperti kebanyakan. Dan untuk itulah dibutuhkan mata kuliah kewirausahaan untuk membangun minat usaha mahasiswa. Agar mahasiswa mampu menjalankan usaha sejak masih menjadi mahasiswa sampai lulus dan mendapatkan gelar sarjana nanti.
B. Rumusan Masalah
- Apa pengertian kewirausahaan dari berbagai sudut pandang?
- Apa solusi untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran mahasiswa yang ada di Indonesia?
- Apa tujuan dan manfaat mengembangkan kewirausahaan mahasiswa?
- Persiapan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun suatu usaha?
- Usaha apa saja yang cocok bagi mahasiswa dan bonafit sehingga bertahan lama?
C. Tujuan
- Menjelaskan pengertian kewirausahaan dari berbagai sudut pandang para ahli.
- Menjelaskan fungsi mata kuliah kewirausahaan bagi mahasiswa.
- Memecahkan masalah dan memberikan solusi bagi pengangguran mahasiswa.
- Menjelaskan tahapan yang harus dilakukan sebelum memulai usaha dan mempersiapkan mental pebisnis.
- Menjelaskan beberapa alternatif usaha yang bisa dilakukan oleh mahasiswa
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kewirausahaan
Kata kewirausahaan dalam Bahasa Indonesia disusun dari dua kata yaitu Wira dan usaha. Kata Wira berasal dari bahasa sangsakerta yang artinya gagah berani. Sedangkan kata Usaha memiliki pengertian upaya-upaya bisnis. Sehingga kewirausahaan bisa diartikan sebagai orang yang berani melakukan usaha atau bisnis.
Dan berikut beberapa pengertian kewirausahaan :
- Kata wirausaha dalam Bahasa Inggris berarti enterpreuner.
- Menurut Achmad Sanusi kewirausahaan adalah nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat kita, proses dan hasil bisnis.
- Menurut Drucker kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
- Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up fase) dan perkembangan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
- Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. (keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995)
Jadi pada kesimpulannya bahwa kewirausahaan adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis dengan menentukan cara, strategi, dan segala persiapan untuk mewujudkan usaha atau bisnis tersebut.
B. Tujuan dan Fungsi Kewirausahaan
Perkembangan ekonomi rakyat dan kemajuan ekonomi dan bisnis belum bisa dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Sehingga penting dari sekarang, para kaum muda khususnya para mahasiswa untuk mampu terbebas dari belenggu kemiskinan dan mengubah taraf kehidupan. Sehingga bisa memberikan sumbangsih lapangan pekerjaan bagi yang lain.
Bagi seorang sarjana, menjadi pegawai saja tidak cukup. Harus ada pekerjaan sampingan yang memberikan jaminan keuntungan seumur hidup dan bisa dilakoni seumur hidup tanpa harus takut di PHK dan pensiun. Sehingga dari sinilah peran serta universitas dibutuhkan untuk memacu adanya keinginan dan persiapan mental maupun strategi untuk mahasiswa agar berani berwirausaha.
Dan fungsi dari kewirausahaan yang diajarkan di universitas adalah sebagai berikut :
- Membuat keputusan-keputusan penting untuk mengambil resiko mengenai tujuan dan sasaran bisnis.
- Menetapkan bidang usaha yang akan dilakoni
- Menghitung skala usaha yang diinginkan
- Menentukan modal atau sumber modal
- Memilih atau menentukan desain atau kepegawaian
- Mengendalikan secara efektif dan efisien bisnis yang sedang dijalankan
- Mencari inovasi
- Pemasaran dan mempertahankan atau meningkatkan statistik keuntungan
Sedangkan fungsi tambahan kewirausahaan adalah :
- Mengenali lingkungan sehingga kita mampu mencari peluang usaha
- Mengendalikan lingkungan ke arah yang bermanfaat bagi perusahaan
- Menjaga lingkungan agar perusahaan tidak merusak lingkungan dan merugikan lingkungan
Sebuah penelitian menunjukan bahwa dampak kontribusi kewirausahaan dalam mendukung ekonomi rakyat yaitu sekitar 85%. Kewirausahaan yang diajarkan kepada masyarakat melalui pembinaan-pembinaan berhasil meningkatkan minat usaha rakyat. Dengan demikian, pembelajaran keiwrausahaan dalam perkuliahan diharapkan mampu meningkatkan minat usaha mahasiswa guna mengubah taraf hidup mereka dan membuat mereka mampu hidup mandiri. Itulah tujuan kewirausahaan yang ada di perkuliahan.
C. Hambatan dalam Berwirausaha
Dalam pelaksanaan wirausaha, tentu saja banyak sekali hambatan-hambatan yang mengurungkan minat usaha mahasiswa. Salah satu contohnya adalah modal.
Modal usaha adalah hal yang sangat sensistif karena merupakan bagian yang sangat dibutuhkan dalam berwirausaha. Namun, banyak orang yang salah kaprah dan menganggap bahwa modal usaha itu hanya berbentuk uang saja. karena yang namanya modal usaha itu bisa berupa : kemampuan (nyanyi, menjahit, mengetik di komputer), alat untuk membantu melakukan usaha (misalnya mesin jahit dan komputer), kemampuan bersosialisasi guna mempromosikan barang dagangan.
Hambatan lainnya dalam berwirausaha lebih kepada pribadi, yaitu sikap percaya diri yang kurang, mental yang kurang kuat, kurang mampu berpikir kreatif, inovatif, dan tanggap, tidak adanya keinginan untuk berwirausaha, sikap manja yang berlebihan, sikap yang selalu mengandalkan orang lain.
Untuk itu kita harus mulai mengubah semua sikap di atas dengan mulai menjadi seorang pemipin, minimalnya untuk memimpin diri sendiri dalam berwirausaha. Contoh keterampilan memimpin itu harus memiliki aspek perilaku sebagai berikut :
- Memiliki energy jasmaniah dan mental
- Kesadaran akan tujuan dan arah
- Antusiasme
- Keramahan dan kecintaan
- Integritas dan penguasaan teknis
- Ketegasan dalam mengambil keputusan
- Kecerdasan
- Kemampuan untuk melakukan usaha (misanya mengajar)
- Kepercayaan
Sehingga terciptalah pribadi yang kuat dan disiplin guna meningkatkan pribadi yang siap untuk melakukan wirausaha.
Kita bisa mengadopsi sikap nabi dalam berwirausaha. Dan berikut perilaku Nabi Muhammad SAW yang patut kita jadikan contoh agar usaha bisa berjalan baik dan meningkatkan tingkat percaya diri dan keuntungan:
- Market survey. Rasulullah sering melakukan kunjungan ke negara lain guna melakukan riset pasar.
- Mind share targetting. Proses pemilihan target dan pencocokan reaksi pasar.
- Mind share positioning.
- Market share differensiasi.
- Marketing mix.
D. Persiapan Berwirausaha
Dalam melakukan wirausaha, kita tidak boleh melakukannya tanpa persiapan apapun. Karena bisa jadi, perputaran bisnis ini tidak berjalan lancar dan tidak mampu menghadapi kendala. Sehingga bisnis tidak mampu bertahan lama.
Dalam berwirausaha kita harus memiliki bussiness planning yang cocok yang telah disesuaikan dengan riset pasar dan perkembangan usaha ke depannya. Bukan hanya itu, kita harus mempersiapkan modal dan berani mengambil resiko.
Business plan dibuat untuk jangka pendek maupun panjang. business plan merupakan suatu map yang nantinya diikuti oleh pengusaha. Bussiness plan digunakan sebagai rencana perjalanan perusahaan. Fungsi dari bussiness plan yaitu :
- Kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan,sedang dilaksanakan tetap berjalan pada jalur yang telah direncanakan.
- Pedoman yang digunakan dalam mempertajam atau menguatkan rencana-rencana yang diharapkan
- Alat untuk mencari dana dari pihak ke tiga.
Kerangka yang digunakan dalam rencana usaha memuat beberapa poin yaitu :
1. Nama perusahaan
Diusahakan nama perusahaan tidak terlalu panjang, sederhana, mudah dibaca, mudah diingat, enak dibaca, tak ketinggalan jaman, unik, tidak menyinggung seseorang atau golongan, merupakan pencitraan dari fungsi produk yang dihasilkan, dan bila diekspor namanya tidak sulit dibaca oleh orang luar negeri.
2. Lokasi
Ada dua hal utama yang diperhatikan dalam memilih lokasi yaitu :
- Backward linkage. Yaitu lokasi yang dilihat dari sudut sumber daya yang akan digunakan.
- Forward linkage yaitu lokasi yang dilihat dari sudut pemasaran hasil produksi.
3. Komoditi yang akan diusahakan
Perlu adanya suatu pertimbangan dalam memilih suatu komoditi yang akan diusahakan yaitu:
- Membanjirnya suatu permintaan pada jenis hasil usaha tertentu.
- Teridentifikasinya kebutuhan masyarakat terhadap suatu kebutuhan tertentu.
- Kurangnya saingan terhadap bidang usaha yang ingin digeluti.
- Adanya kemampuan untuk meyakinkan orang lain untuk bersaing dalam usaha bidang yang sama.
4. Konsumen yang dituju
Kita perlu mengadakan analisa atas kebutuhan masyarakat dan jangkauan konsumen. Apakah kita yang akan menjangkau konsumen atau konsumen yang datang pada kita. Jika kita memilih option yang pertama maka kita harus membuka suatu pertokoan karena konsumen cenderung belanja ke pertokoan.
5. Pasar yang akan dimasuki
Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar maka akan menempatkan perusahaannya dalam posisi sebagai pemimpin pasar, yakni memiliki pangsa [asar terbesar dalam produk sejenis. Dan sebagai penantang pasar yang akan selalu menjadi saingan-saingan pemimpin pasar sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan jumlah barang yang terjual dan konstanta barang yang terjual per harinya.
Selain itu juga menjadi perelung pasar dan pengikut pasar. Pengikut pasar berarti perusahaan yang selalu memiliki taktik untuk mempertahankan konsumen dan mencari konsumen baru. Sedangkan perelung pasar adalah yang selalu menjadi pemimpin di pasar kecil.
6. Partner yang akan diajak kerjasama
Ada dua macam partnership yaitu :
- General partnership yaitu semua anggota ikut aktif dalam mengelola bisnis. Bersama-sama bertanggung jawab, termasuk tanggung jawab utang piutang.
- Limited partnership yaitu ada dua penanggung jawab yaitu penanggung jawab terbatas dan penanggung jawab tak terbatas.
7. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
Kita harus pandai dalam menilai seseorang bukan hanya dari penampilannya saja. tetapi juga perilakunya. Karena kita wajib mendapatkan partner yang dapat dipercaya.
8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
Sumber modal bisa dari tabungan, pinjaman, atau dari hasil bekerja yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Kebanyakan orang tidak mau berurusan dengan bank terlebih mengenai utang piutang. Karena dikhawatirkan hutang tersebut bisa bertambah dan akhirnya justru membuat bangkrut usaha. Namun, demi kelancaran, biasanya kebanyakan orang enganmbil resiko ini dan melakukan perjanjian utang piutang dengan bank.
Itu karena kesempatan peluang meningkatkan usaha yang tidak datang berkali-kali sedangkan butuh modal yang besar dan menunggu dari hasil tabungan dirasa akan terlalu lama sehingga peluang itu hilang akhirnya.
Namun, jika ada manajemen utang yang baik dan administrasi keuangan yang baik di sebuah perusahaan maka tak akan ada masalah dengan hutang. Asalkan ada cicilan yang membuat hutang itu tidak semakin membengkak.
9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam penyediaan barang :
- Ekonomis. Efisiensi dalam membeli barang-barang yang dibutuhkan dan kemampuan untuk memanfaatkan yang ada sangat dibutuhkan. Intinya, demi menekan pengeluaran dan menghasilkan manfaat bagi sistem keuangan dan pembelanjaan yang hemat. Dan tentu saja tidak mengganggu biaya produksi dan lain-lain.
- Prestis. Arti dari prestisius adalah orang yang akan memilih barang yang mahal dan tahan lama. Artinya, percuma jika demi menekan pengeluaran kita membeli alat-alat perusahaan yang murah dan cepat rusak. Justru itu akan membuat pengeluaran semakin besar karena seringnya pergantian alat.
10. Penyebaran promosi
Usahakan dalam membuat suatu periklanan bagi perusahaan menengah ke bawah jangan menggunakan media yang akan memakan banyak modal. Misalnya saja iklan di televisi, radio, dan surat kabar. Biaya untuk periklanan di media tersebut bisa memakan biaya sekitar lima ratus ribuan ke atas.
Bentuk-bentuk yang bisa dilakukan sebagai sarana promosi atau iklan adalah :
- Papan reklame
- Poster
- Katalog buatan sendiri
- Spanduk
- Internet
Jangan lupa dalam engiklankan produk yang kita buat, kita harus mencantumkan nama perusahaan, nomor yang bisa dihubungi dan jangan lupa alamat. Jika perlu alamat website perusahaan pun perlu dicantumkan.
Sering lakukan iklan melalui internet dan iklankan produk-produk dari perusahaan Anda melalui pesan di jejaring sosial, status atau twit, juga bisa dengan mengundang teman Anda atau siapaun untuk datang dalam acara pembukaan perusahaan dan kenalkan produk Anda pada mereka.
E. Jenis Usaha yang bisa Digeluti oleh Mahasiswa
Banyak sekali usaha yang bisa digeluti oleh mahasiswa. Mulai dari bisnis yang bakan tidak mengeluarkan modal, modal kecil, sampai yang mengeluarkan modal besar. namun, yang paling cocok untuk mahasiswa yang masih menjalani pendidikan dan masih minim modal, yang paling cocok adalah bisnis yang membutuhkan modal yang kecil bahkan tanpa modal.
Selain itu, melihat dari perilaku atau pribadi anak muda jaman sekarang, kebanyakan tidak ingin pekerjaan yang menyita waktu dan ingin dilakukan dengan santai bahkan sambil bermain jika bisa.
Karena dari penelitian tersebut ada beberapa usaha yang bisa dilakukan mahasiswa dan tidak menyita waktu serta minim modal. Berikut usaha yang bisa dilakukan mahasiswa dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
a. Bisnis afiliasi.
Bisnis afiliasi adalah bisnis yang dilakukan dengan memajang produk atau jasa orang lain. dan jika ada orang yang membeli produk atau jasa tersebut melalui situs Anda, maka Anda akan mendapatkan komisi. Situs yang menyediakan penjualan afiliasi ini adalah Amazon Assosiate dan forex.
Potensi yang bisa Anda dapatkan dari bisnis ini adalah jika Anda berhasil menjual 4 produk dalam satu minggu yang masing-masing mendapat komisi 50.000 (10% dari harga jual barang yang terjual) maka 4 x 50.000 = 200.000
b. Bisnis pay per click
Bisnis ini bisa dilakukan dengan cara situs Anda dijadikan sebagai media pemajangan iklan oleh perusahaan sekelas google atau lainnya. Bisnis pay per click ini cara kerjanya adalah Anda akan mendapatkan bayaran pada setiap iklan yang di klik oleh pengunjung situs Anda. situs yang menyediakan bisnis pay per click adalah google adsense dan text link ads.
Potensi pendapatan Anda per hari adalah misalnya setiap hari ada minimal 30 pengunjung yang mengklik iklan di situs Anda dan setiap klik senilai Rp. 300,- maka 30 x 300 = 9000 per hari. bagaimana jika pengunjung situs Anda mencapai ratusan dan mengklik iklan yang terpajang di situs Anda? tentu akan lebih besar potensi Anda untu kemdapatkan penghasilan.
Bisnis online bisa Anda lakukan jika situs Anda berada pada rangking pencarian google urutan sepuluh besar dan memiliki pengunjung yang banyak. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan dengan banyak menulis artikel di blog Anda. sekalian chating di jejaring sosial banyak-banyaklah menulis artikel di situs Anda dengan konten yang bermutu dan ingat jangan copy-paste.
2. Bisnis menulis
Ada tiga bisnis menulis yang bisa Anda lakukan guna mendapatkan penghasilan tambahan :
a. Menulis artikel
Menulis artikel untuk situs orang yang sudah terkenal juga bisa menjadikan penghasilan tambahan bagi mahasiswa. Setiap artikel yang dibuat berdasarkan ketentuan key word (setiap artikel memiliki key word tersendiri yang membuat artikel itu masuk dalam sistem pencarian google nantinya). Setiap artikel yang dibuat dengan jumlah kata 350 akan dibayar sebanyak Rp.7500,- sedangkan bagi artikel yang dibuat dengan jumlah kata 1100 kata maka dibayar sekitar Rp. 25.000,-.
Anda bisa mendapatkan pekerjaan dalam penulisan artikel ini di Re! Media service di grup jejaring sosial facebook.
b. Menulis buku
Menulis buku adalah salah satu alternatif peluang usaha yang bonafit. Terlebih bayaran untuk menulis buku juga lebih besar. satu naskah buku yang dijual putus tanpa melalui agensi penulisan naskah biasanya dibayar seharga kurang lebih 4,5 juta. Sedang yang melalui agensi akan dibayar sekita kurang lebih 2,5 juta sebagai biaya pengeditan dan pengiriman naskah. Tapi masih bisa dibilang lumayan. Jika penulisan berdasarkan royalty pembayaran akan dilakukan minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dengan persentasi royalte sekitar 10% dari harga jual buku.
Penerbit yang bisa dikirimi naskah melalui email adalah stilletto book, haru, gagas media, bukune, diva publisher, BIP dan masih banyak lagi. alamat email setiap penerbit bisa dicari di google.
c. Menulis script
Menulis script untuk FTV atau seri adalah salah satu pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sambil menuntut ilmu. Mengenai contoh penulisan script atau pembelajaran menulis script bisa didapat melalui internet atau ikut dalam belajar menulis script secara online. Misalnya dari jejaring sosial facebook yaitu grup Nulis Script Yuk!
Bayaran untuk setiap script per episode dalam film seri adalah sekitar Rp.500.000. satu script sekitar 45 halaman. Sedangkan untuk FTV satu script dibayar sekitar 3-4 jutaan.
Salah satu Alamat PH di Indonesia yang bias dikirimi script adalah Frame Ritz, Jl Cempaka Putih Tengah 15 No. 28 jakarta Pusat (021) 4222671.
3. Membuka kursus
Membuka kursus juga salah satu alternatif mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan. Membuka kursus kecil-kecilan yang murah agar banyak peminat merupakan salah satu strategi jitu untuk mendapatkan penghasilan lebih. Misalnya saja, kursus bahasa Inggris dengan tarif Rp. 10.000 / pertemuan.
4. Bisnis Rongsok
Jangan sepelekan bisnis yang satu ini. karena bisnis rongsok ternyata salah satu bisnis yang bonafit saat ini. memungut sampah plastik yang dianggap tidak berguna lalu dikumpulkan setelah itu dijual dan uangnya ditabung sebagai modal untuk membuka usaha bisnis rongsok sendiri.
5. Jasa peminjaman buku
Buku-buku yang tersimpan di lemari Anda tidak boleh hanya menjadi pajangan. Manfaatkan buku-buku Anda sebagai ladang usaha atau bisnis Anda. Anda bisa memulai untuk membuka perpustakaan kecil-kecilan di rumah Anda.
Dan demikianlah bisnis yang bisa dilakukan mahasiswa sambil kuliah dan tidak menyita banyak waktu mahasiswa. Sambil melaksanakan aktifitas, sambil online di jejaring sosial, dan mengisi waktu luang, mahasiswa dapat melaksanakan bisnis ini.
BAB III
KESIMPULAN
Di jaman modern sekarang ini, setiap orang dituntut untuk mampu mandiri, termasuk juga mahasiswa. Persaingan di dunia bisnis semakin meningkat, sedang kebutuhan ekonomi juga semakin meningkat juga, tingkat pengangguran dan taraf kehidupan masyarakat Indonesia harus segera dirubah. Untuk itulah perlu adanya pendidikan yang mampu meningkatkan minat wirausaha mahasiswa demi menunjang kebutuhan dan mengajarkan kemandirian di bidang ekonomi agar pengangguran di Indonesia semakin menurun.
Mahasiswa adalah salah satu tonggak yang merupakan generasi penerus yang menentukan arah atau nasib Indonesia kelak. Seorang sarjana atau mahasiswa yang notabene sekolah tinggi haruslah mampu mandiri dan mampu membuka usaha sendiri. bahkan, harus mampu pula membuka peluang kerja bagi yang lain. agar membantu perekonomian masyarakat lainnya.
Untuk itulah mahasiswa tidak hanya disiapkan dalam bidang akademik saja, tapi juga praktek berwirausaha. Dan dalam kewirausahaan dibahas mengenai beberapa faktor yang dibutuhkan dalam persiapan berwirausaha atau bussiness plan.
Ada beberapa bidang usaha yang bisa dilakukan oleh mahasiswa yang notabene masih menjalani perkuliahan dan memiliki modal yang minimal. Bisnis-bisnis tersebut ialah bisnis online, bisnis menulis, bisnis membuka kursus, dan membuka peminjaman buku di rumah.
DAFTAR PUSTAKA
Yunus dan Wahyudin Nawawi. 2013. Enterpreneurship; Ditinjau dari Pperspektif Empiris, Keilmuan, dan Agama. Majalengka: Unit Penerbitan Universitas Majalengka
Stevenio, Andy. 2007. Peluang Bisnis Tanpa Modal untuk Anak Muda. Jakarta : Hi-Fest Publishing
Priyatno, Duwi. 2009. Panduan Mudah Bisnis Online. Yogyakarta : MediaKom Paul Siregar Januari 31, 2018 CB Blogger Indonesia
KATA PENGANTAR – Kita dan setiap orang masing-masing pasti ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan kerja saat ini sangat terbatas dan tidak berbanding lurus dengan lulusan lembaga pendidikan baik dasar. Oleh sebab itu semua pihak harus terus berpikir dan mewujudkan karya nyata dalam mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan lulusan institusi pendidikan.

Di era global sekarang ini keadaan ekonomi di Indonesia memang sangat memprihatinkan, namun kita tidak boleh menyerah pada keadaan sekarang ini yang serba sulit kita harus berusaha,kreatif,inovatif dan berani mengambil suatu keputusan serta resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.kita tidak harus bergantung pada orang lain.Untuk mendapatkan suatu pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin.
Dengan kita berwira usaha kita bisa belajar mandiri dan bisa memaknai arti penting kehidupan secara tidak langsung kita sudah membantu banyak orang. Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar
Daftar Isi
2. BAB I. PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Tujuan
3. BAB II . ISI
- Sejarah Singkat
- Landasan Teori
- Analisis 9 aspek
- Analisis keberhasilan
4. BAB III. PENUTUP
- Kesimpulan
- Saran
- Kutipan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :
1. Skill (kemampuan)
Seorang pelaku usaha harus memiliki skill (kemampuan) untuk berwirausaha karena tanpa skill (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha dan skill (kemampuan) ini adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.
2. Tekad (kemauan)
Apabila seorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak dapat tersalurkan.
3. Modal
Modal merupakan aspek yang sangat menunjang dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha disamping mempunyai skill dan tekad.
4. Target dan Tujuan
Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan target dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.
5. Tempat
Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki karena sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Sebagai contoh inspirasi dalam memulai suatu usaha baru
- Sebagai tolak ukur jika mau memulai berwirausaha
- Menjadi gambaran dalam berwirausaha bagi pemula wirausaha
- Mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa
- Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
BAB II
ISI
A. SEJARAH SINGKAT
Achmad Zulfikar adalah putra dari Bapak Suherman dan Ibu Juati. Anak ketiga dari empat bersaudara ini berusia 27 tahun memiliki seorang istri yang bernama Putri Karina dan seorang putra bernama Achmad Nawawi Faturahman. Panggilan akrabnya adalah Aa Fikar. Dahulu ia tinggal bersama orangtuanya di daerah Tamanasari Jl. Mangga Besar IV K Jakarta Barat. Setelah menikah ia tinggal bersama istri dan anaknya di daerah krukut Jl. Thalib 3 Dalam No.4a Rt.004/Rw.05 Tamansari Jakarta Barat.
Aa Fikar ini dulunya pernah bekerja di sebuah restaurant, namun karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keluarganya, gaji yang beliau dapatkan tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Untuk itulah beliau memulai berwirausaha kecil-kecilan dirumahnya dengan menjual sosis bakar,ice bubble dan makanan lainnya. Usaha beliau sempat berhenti karena beliau ingin lebih fokus mengurusi istrinya yang sedang hamil.
Setelah kelahiran putra pertamanya, beliau berhenti menjadi karyawan di restaurant tempat ia bekerja, kini ia memulai membuka usaha barunya yaitu “ANAWFATH CAFE” . Nama tersebut diambil dari nama putra pertamanya, usaha ini masih dibilang baru dan kecil-kecilan,dengan tekad dan kesungguhan beliau memulai usahanya, diharapkan usaha ini semkin berkembang dan lebih maju lagi.
Landasan Trori
1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan (Suryana: 2003) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berfikir kreatif dan inovatif. Suryana (2003) mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :
- Pengembangan teknologi baru
- Penemuan pengetahuan ilmiah baru
- Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
- Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya lebih efisien Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.
2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan
Meredith et al.. (2002), mengemukakan nilai hakiki penting dari wirausaha
adalah:
1. Percaya diri (self confidence)
Merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan, yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan mempengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adaalh untuk memahami diri sendiri. Oleh karena itu wirausaha yang sukses adalahwirausaha yang mandiri dan percaya diri.
2. Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil, adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras. Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif biasanya diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.
3. Keberanian mengambil risiko
Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pada situasi ini ada dua alternatif yang harus dipilih yaitu alternatif yang mengangung risiko dan alternatif yang konservatif . Pilihan terhadap risiko tergantung pada :
- Daya tarik setiap alternatif
- Kesediaan untuk rugi
- Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal
Selanjutnya kemampuan untuk mengambil risiko tergantung dari :
- Keyakinan pada diri sendiri
- Kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan
- Kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realitis
4. Kempemimpinan
Seorang wirausaha harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Dan selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.
5. Berorientasi ke masa depan
Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya dengan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.
2. Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi
Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri :
- Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup baik
- Selalu menuangkan imajinasi dalaam pekerjaannya
- Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan Kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
Menurut Everett E. Hagen ciri-ciri innovational personality sebagai berikut :
- Terbuka terhadap pengalaman
- Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan penuh imajinasi
- Memiliki keyakinan atas penilaian dirinya dan teguh pendirian
- Selalu memiliki kepuasan dalam menghadapi dan memecahkan persoalan
- Has a duty or responsibility to achieve, memiliki tugas dan rasa tanggung jawab untuk berprestasi
- Memiliki kecerdasan dan energik
Sedangkan menurut Alma (2003), jalan menuju wirausaha sukses adalah :
- Mau kerja keras
- Bekerjasama
- Penampilan yang baik
- Yakin
- Pandai membuat keputusan
- Mau menambah ilmu pengetahuan
- Ambisi untuk maju
- Andai berkomunikasi
Proses kreatif dan inovatif (Suryana: 2003) hanya dilakukan oleh orangorang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
- Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
- Berinisiatif (energik dan percaya diri)
- Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
- Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan) dan Suka tantangan.
Faktor pribadi yang mempengaruhi kewirausahaan : motif berprestasi, komitmen, nilai-nilai pribadi, pendidikan dan pengalaman. Sedangkan dari faktor lingkungan adalah peluang, model peran dan aktivitas.
3. Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu : seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan yang harus dimiliki Suryana (2003) :
- Managerial skill
- Conceptual skill
- Human skill (keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi dan berelasi)
- Decision making skill (keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan)
- Time managerial skill ( keterampilan mengatur dan menggunakan waktu) Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan individu yang langsung berpengaruh pada kinerja, Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang ingin dicapai.
C. Analisis Keberhasilan disimpulkan sebagai berikut :
1. Kebutuhan Pokok
- Sandang: Kebutuhan sandang / pakaian beliau dan keluarganya terbilang memadai.
- Pangan: Untuk kebutuhan pangan, keluarga ini memiliki cara tersendiri untuk memenuhinya dengan membuat makanan dirumah/ tidak beli diwarung nasi atau tempat makan, untuk menghemat waktu dan mengembangkan kemampuan memasaknya.
- Papan: Saat ini beliau masih tinggal dirumah ibu mertuanya, dulu ia sempat mengontrak rumah namun karena jarak yang terlalu jauh mereka kembali kerumah yang kini dibuatnya usaha Anawfath Café.
- Kesehatan: Untuk kesehatan beliau dan keluarganya tidak memakai jasa asuransi apapun.
- Pendidikan: Pendidikan terakhir pemilik Anawfath Café ini adalah SMA ,tetapi ia memiliki cukup pengalaman bekerja diberbagai tempat dan berbagai bidang pekerjaan.
2. Hutang Vs Kartu Kredit
Untuk memulai usahanya ini pemilik memperoleh modal dari hasil kerja kerasnya selama ia bekerja dan ditambah dengan pinjaman dari pihak lain .
3. Manfaat untuk orang lain
Usaha ini jelas memberikan manfaat untuk orang lain , salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang yang butuh pekerjaan dan mengembangkan kemampuan wirausahanya.
4. Gaya Hidup
Gaya hidup beliau bisa dibilang sangat sederhana, ramah, mudah bergaul dan mau berbagi dengan siapapun yang kesulitan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dimana ada kemauan, usaha, kerja keras dan berfikir maju maka segala kesulitan akan menjadi kemudahan. Terbukti dengan kisah dari Bang Djaja yang dulunya susah payah membuka usaha, sampai meminjam uang untuk modal usahanya, kini ia mampu membuktikan ia mampu menjadi wirausaha yang sukses.
Hidup sulit dan sangat sederhana tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha, sampai ia menjadi suksespun ia tetap menjadi Bang Djaja yang ramah dan bersahaja. Dari gerobak kecil sampai menjadi warung yang cukup besar ia rai dengan kerja keras. Berusaha memuaskan konsumennya dan tak henti pula ia berkreasi untuk mengembangkan usahanya.
SARAN
Menumbuhkan Jiwa dan Kompetisi Kewirausahaan
1. Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak yang kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha karena memang bapakibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adlah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini menurut hemat penulis merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak azasi semua kita. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha. Langkah awal yang kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan di diri kita. Banyak cara yang dapat dilakukan misalnya:
- Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik menengah maupun tinggi menyajikan berbagai program atau paling tidak mata kuliah kewirausahaan
- Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar kewirausahaan seringkali diselenggarakan dengan mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa kewirausahaan di diri kita
- Melalui pelatihan. Berbagai simulasi usaha biasanya diberikan melalui pelatihan baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan outdoor). Melalui pelatihan ini, keberanian dan ketanggapan kita terhadap dinamika perubahan linghkungan akan diuji dan selalu diperbaiki dan dikembabngkan
- Otodidak. Melalui berbagai media kita bisa menumbuhkan semangat berwirausaha. Misalnya melalui biografi pengusaha sukses (sucess story), media televisi, radio majalah koran dan berbagai media yang dapat kita akses untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita. Melalui berbagai media tersebut ternyata setiap orang dapat mempelajari dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Pertanyaannya, aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa seseorang dikatakan memilki jiwa wirausaha ? Untuk membahas lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba membahas pendapat Suryana (2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
A. Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
Percaya diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya diri bahwa kita dapat mengatasi berbagai resiko yang dihadapi merupakan faktor yang mendasar yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha merasa yakin bahwa apa-apa yang diperbuatnya akan berhasil walaupun akan menghadapi berbagai rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.
B. Berinisiatif (energik dan percaya diri)
Menunggu akan sesuatu yang tidak pasti merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh seseorang yang memiliki jiwa wirausaha. Dalam menghadapi dinamisnya kehidupan yang penuh dengan perubahan dan persoalan yang dihadapi, seorang wirausaha akan selalu berusaha mencari jalan keluar. Mereka tidak ingin hidupnya digantungkan pada lingkungan, sehingga akan terus berupaya mencari jalan keluarnya.
C. Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
Berbagai target demi mencapai sukses dalam kehidupan biasanya selalu dirancang oleh seorang wirausaha. Satu demi satu targetnya terus mereka raih. Bila dihadapkan pada kondisi gagal, mereka akan terus berupaya kembali memperbaiki kegagalan yang dialaminya. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang berjiwa entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses dalam hidupnya. Bagi mereka masa depan adalah kesuksesan adalah keindahan yang harus dicapai dalam hidupnya.
D. Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil)
resiko dengan penuh perhitungan) Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci menjadi wirausahawan sukses. Berani tampil ke depan menghadapi sesuatu yang baru walaupun penuh resiko. Keberanian ini tentunya dilandasi perhitungan yang rasional. Seorang yang takut untuk tampil memimpin dan selalu melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha. Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, malu yang berlebihan, takut salah dan merasa rendah diri adalah sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.
E. Suka tantangan
Kita mungkin sering membaca atau menyaksikan beberapa kasus mundurnya seorang manajer atau eksekutif dari suatu perusahaan. apa yang menyebabkan mereka hengkang dari perusahaannya dan meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer? Sebagian dari mereka ternyata merasa jenuh terus menerus mengemban tugas rutin yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis yang selama ini belim mereka dapatkan di perusahaan tempat mereka bekerja. Akhirnya mereka menelusuri aktivitas seperti apakah yang dapat memuaskan kebutuhan mereka akan tantangan ? “Berwirausaha” ternyata menjadi pilihan sebagian besar manajer yang sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan. Mengapa “wirausah ?” Ternyata begitu banyak variasi pekerjaan dan perubahan yang sangat menantang dalam dunia wirausaha.
2. Menumbuhkan Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu : seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan yang harus dimiliki :
a. Managerial skill
Managerial skill atau keterampilan manajerial merupakan bekal yang harus dimiliki wirausaha. Seorang wirausahawan harus mampu menjalankan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan agar usaha yang dijalankannya dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kemampuan menganalisis dan mengembangkan pasar, kemampuan mengelola sumber daya manusia, material, uang, fasilitas dan seluruh sumber daya perusahaan merupakan syarat mutlak untuk menjadi wirausaha sukses. Secara garis besar ada dua cara untuk menumbuhkan kemampuan manajerial, yaitu melalui jalur formal dan informal. Jalur formal misalnya melalui jenjang lembaga pendidikan sekolah menengah kejuruan bisnis dan manajemen atau melalui pendidikan tinggi misalnya departemen administrasi niaga atau departemen manajemen yang tersebar berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Jalur informal, misalnya melalui seminar, pelatihan dan otodidak
serta melalui pengalaman.
b. Kemampuan untuk merumuskan tujuan
Kebijakan dan strategi usaha merupakan landasan utama menuju wirausaha sukses. Tidak mudah memang mendapatkan kemampuan ini. Kita harus akstra keras belajar dari berbagai sumber dan terus belajar dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain dalam berwirausaha.
c. keterampilan memahami
Mengerti, berkomunikasi dan berelasi Supel, mudah bergaul, simpati dan empati kepada orang lain adalah modal keterampilan yang sangat mendukung kita menuju keberhasilan usaha. Dengan keterampilan seperti ini, kita akan memiliki banyak peluang dalam merintis dan mengembangkan usaha. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini misalnya denganmelatih diri diberbagai organisasi, bergabung dengan klub-klub hobi dan melatih kepribadian kita agar bertingkah laku mentenangkan bagi orang lain
d. keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan
Sebagai seorang wirausaha, kita seringkali dihadapkan pada kondisi ketidakpastian. Berbagai permasalahan biasanya bermunculan pada situasi seperti ini. Wirausaha dituntut untuk mampu menganalisis situasi dan merumuskan berbagai masalah untuk dicarikan berbagai alternatif pemecahannya. Tidak mudah memang memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Agar tidak salah menentukan alternatif, sebelum mengambil keputusan, wirausaha harus mampu mengelola informasi sebagai bahan dasar pengambilan keputusan.
Keterampilan memutuskan dapat kita pelajari dan kita bangun melalui berbagai cara. Selain pendiudikan formal, pendidikan informal melalui pelatihan, simulasi dan berbagi pengalaman dapat kita peroleh.
e. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu
Para pakar psikologi mengatakan bahwa salah satu penyebab atau sumber stress adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengatur waktu dan pekerjaan. Ketidakmampuan mengelola waktu membuat pekerjaan menjadi menumpuk atau tak kunjung selesai sehingga membuat jiwanya gundah dan tidak tenang. Seorang wirausaha harus terus belajar mengelola waktu. Keterampilan mengelola waktu dapat memperlancar pelaksanaan pekerjaan dan rencana-rencana yang telah digariskan.
KUTIPAN
Memang kegagalan merupakan cambuk untuk sebuah kesuksesan tapi dibalik kegagalan itu pasti ada hikmahnya. Ada pepetah bilang “masih banyak jalan menuju roma” kita memang harus selalu optimis dengan semuanya. Dalam segala hal yang kita lakukan pasti ada ujian, cobaan dan tantangannya. Secara tidak disadari itu merupakan musuh yang tidak kita ketahu darimana datangnya, arahnya dan tujuanya tapi itu semua memang harus kita hadapi. Bila kita mampu menghadapinya maka tunggulah kesuksesan telah menunggu. Tapi kita juga jangan lupa berdoa karena dalam suatu hadis dikatakan “kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengejarmu”jadi dalam melakukan usaha apapun harus diimbangi dengan keimanan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Pengertian Kewirausahaan. diambil dari www.pendidikansrg.blogspot.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.
Anonim. 2009. Ciri-ciri Kewirausahaan Unggul/Berhasil. diambil dari www.pendidikansrg.blogspot.com.
Pada tanggal 4 Maret 2012.
Anonim. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari www.pendidikansrg.blogspot.com.
Pada tanggal 4 Maret 2012.
Anonim. 2009. Kewirausahaan. diambil dari www.pendidikansrg.blogspot.com. Pada tangaal 4 Maret 2012.
Anonim.2012. Kewirausahaan. diambil dari www.pendidikansrg.blogspot.com.
Pada tanggal 4 Maret 2012.






